Sabtu, 10 Mei 2014

Konferensi Asia Afrika (Kaa) Bandung Tahun 1955


Indonesia ialah negara yang merdeka dan berdaulat. Sebagai masyarakat internasional, Indonesia mempunyai dan melaksanakan politik luar negeri. Politik luar negeri ialah arah kebijakan suatu negara untuk mengatur hubungannya dengan negara lain. Politik luar negeri merupakan pecahan dari strategi politik nasional suatu negara yang berbeda dengan politik luar negeri negara lain. Tiap negara mempunyai kebijakan politik yang berbeda, lantaran politik luar negeri suatu negara tergantung pada tujuan nasional negara yang akan dicapai. Indonesia menganut politik luar negeri bebas aktif. Bebas, artinya negara Indonesia tidak memihak salah satu blok kekuatan yang ada di dunia. Aktif artinya Indonesia tidak tinggal membisu dalam dilema internasional. Negara Indonesia selalu aktif dalam membuat perdamaian dunia serta aktif dalam menuntaskan permasalahan-permasalahan internasional. Indonesia banyak berperan aktif dalam lembaga internasional yaitu melalui organisasi dan kegiatan-kegiatan internasional. Salah satu bentuk tugas serta Indonesia dalam kehidupan bernegara ialah dengan menjalin kolaborasi dengan negara lain yaitu dengan menyelenggarakan Konferensi Asia Afrika. Namun sebelum Konferensi Asia Afrika dilaksanakan, terlebih dahulu diadakan konferensi pendahuluan sebagai persiapan. Konferensi pendahuluan tersebut yaitu Konferensi Kolombo (Konferensi Pancanegara I) yang diselenggarakan di Kolombo, ibu kota negara Sri Lanka pada tanggal 28 April–2 Mei 1954.
Konferensi dihadiri oleh lima orang perdana menteri dari negara sebagai berikut.
1. Perdana Menteri Indonesia : Ali Sastroamijoyo
2. Perdana Menteri Pakistan : Muhammad Ali Jinnah
3. Perdana Menteri Sri Lanka : Sir John Kotelawala
4. Perdana Menteri Burma (Myanmar) : U Nu
5. Perdana Menteri India : Jawaharlal Nehru

Konferensi Kolombo membahas dilema Vietnam, sebagai persiapan untuk menghadapi Konferensi di Jenewa. Setelah Konferensi Kolombo kemudian dilanjutkan dengan diadakannya Konfererensi New Delhi (25 September 1954) dan diikuti Konferensi Bogor (Konferensi Pancanegara II) yang diselenggarakan di Bogor pada tanggal 22–29 Desember 1954. Konferensi tersebut dihadiri oleh perdana menteri negara-negara akseptor Konferensi Kolombo. Konferensi Bogor menetapkan hal-hal sebagai berikut.
• Konferensi Asia Afrika akan diselenggarakan di Bandung pada bulan 18-24 April 1955.
• Penetapan tujuan KAA dan menetapkan negara-negara yang akan diundang sebagai akseptor Konferensi Asia Afrika.
• Hal-hal yang akan dibicarakan dalam Konferensi Asia Afrika.
• Pemberian pertolongan terhadap tuntutan Indonesia mengenai Irian Barat.

Pelaksanaan Konferensi Asia Afrika

 Indonesia ialah negara yang merdeka dan berdaulat Konferensi Asia Afrika (KAA) Bandung Tahun 1955
Konferensi Asia Afrika pertama kali diselenggarakan di Bandung pada tanggal 18–24 April 1955. Konferensi Asia Afrika dihadiri oleh wakil-wakil dari 29 negara dari Benua Asia dan afrika yang terdiri atas 5 negara pengundang dan 24 negara yang diundang.
Berikut ini negara-negara akseptor Konferensi Asia Afrika beserta perwakilannya.
No Nama Negara Nama Peserta
1 Indonesia Ali Sastroamijoyo
2 Pakistan Muhammad Ali Jinnah
3 Sri Lanka Sir John Kotelawala
4 Myanmar U Nu
5 India Sri Pandit Jawaharlal Nehru
6 Afganistan Sardar Muhammad Naim
7 Arab Saudi Amir Faisal Ibnu Abdul Azis
8 Tiongkok Zhou En Lai
9 Iran Djalal Abdoh
10 Irak Moh. Fadhil Jamali
11 Jepang Tatsunoke Takasaki
12 Kamboja Norodom Sihanouk
13 Laos Katay Sasority
14 Libanon Sami El Solh
15 Nepal Savag Jung Tapa
16 Filipina Carlos P. Romulo
17 Suriah Khaled El Azham
18 Thailand Wan Wathayako
19 Turki Fatin Rustu Zordu
20 Vietnam Utara Pham Van Dong
21 Vietnam Selatan Nguyen Van Thoi
22 Yaman Emir Seif Al Islam
23 Yordania Sayyid Walid Saleh
24 Ethiopia Yilma Deressa
25 Ghana Kojo Botsia
26 Liberia Momolu Dukuly
27 Libya Mahmud Muntaser
28 Mesir Gamal Abdul Nasser
29 Sudan Sayed Ismail Azhary
Negara yang diundang, tetapi tidak hadir pada Konferensi Asia Afrika ialah Rhodesia/Federasi Afrika Tengah. Hal ini disebabkan Federasi Afrika Tengah masih dilanda pertikaian lantaran dikuasai oleh orang-orang Inggris. Semua persidangan Konferensi Asia Afrika diselenggarakan di Gedung Merdeka, Bandung.
Latar belakang dan dasar pertimbangan diadakan KAA ialah sebagai berikut.
• Kenangan kejayaan masa lampau dari beberapa negara di daerah Asia-Afrika.
• Perasaan senasib sepenanggungan lantaran sama-sama mencicipi masa penjajahan dan penindasan bangsa Barat, kecuali Thailand.
• Meningkatnya kesadaran berbangsa yang dimotori oleh golongan elite nasional/terpelajar dan intelektual.
• Adanya Perang Dingin antara Blok Barat dengan Blok Timur.
• Memiliki pokok-pokok yang besar lengan berkuasa dalam hal bangsa, agama, dan budaya.
• Secara geografis letaknya berdekatan dan saling melengkapi satu sama lain.

Tujuan diadakannya Konferensi Asia Afrika, antara lain:
• Memajukan kolaborasi bangsa-bangsa di Asia dan Afrika dalam bidang sosial, ekonomi, dan kebudayaan;
• Memberantas diskriminasi ras dan kolonialisme;
• Memperbesar peranan bangsa Asia dan Afrika di dunia dan ikut serta mengusahakan perdamaian dunia dan kolaborasi internasional.
• Bekerja sama dalam bidang sosial, ekonomi, dan budaya.

Konferensi Asia Afrika membicarakan masalah-masalah yang menyangkut kepentingan negara-negara Asia Afrika. Konferensi tersebut menghasilkan beberapa keputusan penting sebagai berikut.
1. Memajukan kolaborasi bangsa-bangsa Asia Afrika di bidang sosial, ekonomi, dan kebudayaan.
2. Menuntut kemerdekaan bagi Aljazair, Tunisia, dan Maroko dari penjajahan Perancis.
3. Menuntut pengembalian Irian Barat kepada Indonesia dan tuntutan Yaman atas Aden.
4. Menentang diskriminasi ras dan kolonialisme dalam segala bentuk.
5. Ikut aktif dalam mengusahakan dan memelihara perdamaian dunia.

Pada simpulan konferensi dihasilkan beberapa dokumen, yaitu Basic Paper on Racial Discrimination dan Basic Paper on Radio Activity. Keduanya dianggap sebagai pecahan dari keputusan konferensi yang dikenal dengan nama Dasasila Bandung. Dalam Dasasila Bandung dimasukkan prinsip-prinsip Piagam PBB serta prinsip-prinsip Jawaharlal Nehru.
Isi Dasasila Bandung ialah sebagai berikut:
1. Menghormati hak-hak dasar insan dan tujuan-tujuan serta asas-asas yang termuat di dalam Piagam PBB.
2. Menghormati kedaulatan dan integritas teritorial semua bangsa.
3. Mengakui persamaan semua suku bangsa dan persamaan semua bangsa, besar ataupun kecil.
4. Tidak melaksanakan campur tangan atau intervensi dalam soal-soal dalam negeri negara lain.
5. Menghormati hak setiap bangsa untuk mempertahankan diri sendiri secara sendirian ataupun secara kolektif, yang sesuai dengan Piagam PBB.
6. Tidak memakai peraturan-peraturan dan pertahanan kolektif untuk bertindak bagi kepentingan khusus dari salah satu negara-negara besar, dan tidak melaksanakan campur tangan terhadap negara lain.
7. Tidak melaksanakan tindakan ataupun bahaya aksi ataupun penggunaan kekerasan terhadap integritas teritorial atau kemerdekaan politik suatu negara.
8. Menyelesaikan segala perselisihan internasional dengan cara damai, menyerupai perundingan, persetujuan, arbitrasi, atau penyelesaian dilema hukum, ataupun lain-lain cara damai, berdasarkan pilihan pihak-pihak yang bersangkutan, yang sesuai dengan Piagam PBB.
9. Memajukan kepentingan bersama dan kerja sama.
10. Menghormati aturan dan kewajiban-kewajiban internasional.

Indonesia merupakan negara yang ingin bangsanya hidup setara, maju di banyak sekali bidang dan tidak ingin tertindas oleh negara barat serta mengutamakan kerja sama. Hal inilah yang kemudian diterapkan dalam tugas Indonesia melalui Konferensi Asia Afrika. Indonesia sendiri mempunyai tugas penting dalam pelaksanaan Konferensi Asia Afrika. Indonesia menjadi salah satu penggerak dan pemrakarsa Konferensi Asia Afrika. Beberapa tokoh yang terlibat dalam pelaksanaan Konferensi Asia Afrika sebagai berikut.
1. Pemrakarsa/ketua : Ali Sastroamijoyo
2. Tuan Rumah/Pembuka KAA : Ir. Soekarno
3. Sekretaris KAA : Roeslan Abdul Gani
4. Komite Ekonomi : Ir. Roeseno
5. Komite Kebudayaan : Muh. Yamin, S.H.

Demikianlah uraian singkat wacana Konferensi Asia Afrika (KAA) Bandung Tahun 1955. Semoga bermanfaat.

Jumat, 09 Mei 2014

Pesawat Sederhana: Tuas, Bidang Miring, Katrol, Roda Berporos

Manusia selalu berusaha memperoleh akomodasi dalam melaksanakan pekerjaan. Oleh alasannya yaitu itulah insan menciptakan alat-alat yang sanggup memudahkan pekerjaannya. Alat-alat yang sanggup mempermudah pekerjaan disebut pesawat sederhana. Contoh dalam kehidupan sehari-hari, contohnya ketika kita akan menancapkan paku pada kayu, tentu akan sulit tanpa palu. Begitu pula ketika kita akan membuka baut, akan kesulitan apabila tanpa proteksi kunci pembukanya. Jadi, pesawat sederhana yaitu alat sederhana yang dipakai untuk mempermudah insan melaksanakan usaha. Pesawat sederhana berbagai jenisnya dan semuanya dibentuk untuk memudahkan insan untuk melaksanakan pekerjaaan. Pesawat sederhana menurut prinsip kerjanya dibedakan menjadi 4 jenis yaitu : tuas/pengungkit, bidang miring, katrol dan roda berporos


Di bawah ini yaitu macam-macam pesawat sederhana berikut penjelasannya.

1. Tuas/Pengungkit

Pengungkit yaitu alat untuk mengangkat atau mengungkit benda. Pengungkit sanggup berupa sebilah kayu, bambu, atau logam yang diberi gaya pada salah satu sisinya. Gaya yang diberikan pengungkit disebut kuasa. Tuas/pengungkit berfungsi untuk mengungkit, mencabut atau mengangkat benda yang berat. Perhatikan gambar berikut !

Manusia selalu berusaha memperoleh akomodasi dalam melaksanakan pekerjaan Pesawat Sederhana: Tuas, Bidang Miring, Katrol, Roda Berporos
Keterangan :
A = titik kuasa
T = titik tumpu
B = titik beban
F = gaya kuasa (N)
w = gaya beban (N)
lk = lengan kuasa (m)
lb = lengan beban (m)

Pada pengungkit terdapat bagian-bagian yang diuraikan sebagai berikut.
1. Titik kuasa yaitu tempat atau tempat kita menunjukkan gaya.
2. Titik tumpu yaitu tempat alat bertumpu.
3. Titik beban, yaitu titik tempat dimana beban berada.
4. Gaya kuasa yaitu gaya yang diberikan ketika mengangkat benda.
5. Gaya beban yaitu beban yang akan diangkat. Satuannya Newton.
6. Lengan kuasa yaitu jarak antara titik tumpu dengan kuasa.
7. Lengan beban yaitu jarak titik tumpu dengan beban.

Prinsip Kerja Tuas
Ketika kita akan mengangkat benda dengan memakai tuas, maka kita harus meletakkan benda di salah satu ujung pengungkit (tuas) kemudian memasang kerikil atau benda apa saja sebagai penumpu erat dengan benda. Selanjutnya tangan kita memegang ujung batang pengungkit dan menekan batang pengungkit tersebut secara perlahan-lahan hingga benda sanggup diangkat atau bergeser.

Berdasarkan letak titik tumpu, beban, dan kuasanya, pengungkit dibagi menjadi 3 jenis yaitu :

a. Tuas Jenis pertama

Manusia selalu berusaha memperoleh akomodasi dalam melaksanakan pekerjaan Pesawat Sederhana: Tuas, Bidang Miring, Katrol, Roda Berporos
Yaitu tuas yang kedudukan titik tumpunya terletak diantara titik beban dan titik kuasa.
Peralatan yang termasuk tuas jenis pertama yaitu pemotong kuku, tang, gunting, linggis, dan jungkat-jungkit.
Manusia selalu berusaha memperoleh akomodasi dalam melaksanakan pekerjaan Pesawat Sederhana: Tuas, Bidang Miring, Katrol, Roda Berporos
Peralatan yang memakai tuas jenis 1

b. Tuas Jenis kedua

Yaitu tuas yang kedudukan titik bebannya terletak diantara titik tumpu dan titik kuasa.
Manusia selalu berusaha memperoleh akomodasi dalam melaksanakan pekerjaan Pesawat Sederhana: Tuas, Bidang Miring, Katrol, Roda Berporos
Peralatan yang termasuk tuas jenis kedua ini di antaranya yaitu gerobak beroda satu, alat pemotong kertas,  alat pemecah kemiri, dan pembuka tutup botol.
Manusia selalu berusaha memperoleh akomodasi dalam melaksanakan pekerjaan Pesawat Sederhana: Tuas, Bidang Miring, Katrol, Roda Berporos
Peralatan yang memakai tuas jenis 2

c. Tuas Jenis ketiga

Yaitu tuas yang kedudukan titik kuasanya berada diantara titik beban dan titik tumpu.
Manusia selalu berusaha memperoleh akomodasi dalam melaksanakan pekerjaan Pesawat Sederhana: Tuas, Bidang Miring, Katrol, Roda Berporos
Peralatan yang termasuk tuas jenis ketiga yaitu sekop, penjepit roti, stappler, dan pinset.

Manusia selalu berusaha memperoleh akomodasi dalam melaksanakan pekerjaan Pesawat Sederhana: Tuas, Bidang Miring, Katrol, Roda Berporos
Peralatan yang memakai tuas jenis 3
Keuntungan Mekanik Tuas
Dengan memakai tuas, beban kerja terasa lebih ringan. Itu berarti kita memperoleh keuntungan. Keuntungan yang diperoleh dari pesawat sederhana ibarat demikian dinamakan dengan laba mekanik. Besarnya laba mekanik dinyatakan sebagai perbandingan antara berat beban yang akan diangkat dengan besar gaya kuasa yang diperlukan.

2. Bidang Miring

Manusia selalu berusaha memperoleh akomodasi dalam melaksanakan pekerjaan Pesawat Sederhana: Tuas, Bidang Miring, Katrol, Roda Berporos
Bidang miring merupakan salah satu jenis pesawat sederhana yang dipakai untuk memindahkan benda dengan lintasan yang miring. Semua alat yang mempunyai bidang miring atau bekerja dengan prinsip kemiringan dikategorikan sebagai bidang miring. Dengan memakai bidang miring beban yang berat sanggup dipindahkan ke tempat yang lebih tinggi dengan lebih mudah. Artinya gaya yang kita keluarkan menjadi lebih kecil bila dibandingkan tidak memakai bidang miring. Semakin landai bidang miring semakin ringan gaya yang harus kita keluarkan.





Prinsip kerja bidang miring juga sanggup ditemukan pada beberapa perkakas contohnya kapak, pisau, obeng, sekrup. Berbeda dengan bidang miring lainnya, pada perkakas yang bergerak yaitu alatnya. Kapak dipakai untuk membelah atau memotong kayu. Pisau dipakai untuk memotong. Obeng dipakai untuk mengencangkan atau mengendurkan baut. Sekrup juga merupakan salah satu alat yang memakai prinsip bidang miring. Apabila sekrup diputar atau diulir maka sekrup tersebut sanggup bergerak maju mundur.

Manusia selalu berusaha memperoleh akomodasi dalam melaksanakan pekerjaan Pesawat Sederhana: Tuas, Bidang Miring, Katrol, Roda Berporos

Contoh bidang miring yang lain sanggup kita temukan pada jalan di pegunungan. Jalan yang berkelok-kelok menuju pegunungan memanfaatkan cara kerja bidang miring. Dengan dibentuk berkelok-kelok pengendara kendaraan bermotor lebih gampang melewati jalan yang menanjak. Bidang miring mempunyai keuntungan, yaitu kita sanggup memindahkan benda ke tempat yang lebih tinggi dengan gaya yang lebih kecil. Namun demikian, bidang miring juga mempunyai kelemahan, yaitu jarak yang di tempuh menjadi lebih jauh dan memerlukan waktu yang lebih lama.

Keuntungan Mekanik Bidang Miring
Dengan memakai bidang miring beban kerja terasa lebih ringan, berarti kita memperoleh keuntungan. Keuntungan yang diperoleh bila memakai bidang miring disebut laba mekanik bidang miring. Besarnya laba mekanik dinyatakan sebagai perbandingan antara berat beban yang akan diangkat dengan besar gaya kuasa yang diperlukan.

3. Katrol


Manusia selalu berusaha memperoleh akomodasi dalam melaksanakan pekerjaan Pesawat Sederhana: Tuas, Bidang Miring, Katrol, Roda Berporos

Katrol merupakan roda yang berputar pada sebuah poros yang diberi tali atau rantai pada bab sisinya. Katrol berkhasiat untuk mengangkat benda atau menarik suatu beban. Pada prinsipnya, katrol merupakan  pengungkit alasannya yaitu mempunyai titik tumpu, kuasa, dan beban. Katrol digolongkan menjadi empat, yaitu katrol tetap, katrol bebas, dan katrol ganda (takal), dan blok katrol.
a. Katrol tetap
Katrol tetap merupakan katrol yang posisinya tidak berubah pada dikala dipakai dan cara menariknya dari bawah.
Keuntungan mekanik
1. Gaya tarik benda sama besar dengan gaya berat benda.
2. Dapat mengubah arah gaya ke bawah atau samping untuk mengangkat benda.
3. Arah kuasa (gaya) searah dengan gaya berat benda.
Contoh peralatan yang memakai katrol tetap yaitu tiang bendera, kerekan timba sumur , dan kerekan kandang burung.

b. Katrol bebas
Katrol bebas yaitu katrol yang posisinya selalu berubah dan tidak dipasang pada tempat tertentu. Katrol jenis ini biasanya ditempatkan di atas tali yang kedudukannya sanggup berubah. Salah satu ujung tali diikat pada tempat tertentu. Jika ujung yang lainnya ditarik maka katrol akan bergerak.
Keuntungan mekanik
Pada katrol bebas, panjang lengan kuasa sama dengan dua kali panjang lengan beban sehingga laba mekanik pada katrol tetap yaitu gaya yang dibutuhkan untuk menarik benda lebih kecil dibandingkan dengan memakai katrol tetap.
Katrol jenis ini sering dipakai tukang bangunan untuk mengangkat barang-barang pada bagunan bertingkat tinggi.

c. Katrol ganda /takal
Katrol ganda merupakan perpaduan dari katrol tetap dan katrol bebas. Kedua katrol ini dihubungkan dengan tali. Pada katrol ganda, beban dikaitkan pada katrol bebas. Salah satu ujung tali dikaitkan pada penampang katrol tetap. Jika ujung tali yang lainnya ditarik maka beban akan terangkat serta bergeraknya ke atas.
Keuntungan mekanik
Menggunakan katrol ganda memerlukan gaya yang lebih kecil dibandingkan dengan katrol bebas dan katrol tetap. Namun katrol ganda bergantung pada banyaknya tali yang dipergunakan untuk mengangkat beban.

d. Blok katrol
Blok katrol yaitu adonan dari beberapa katrol yang dipasang secara berdampingan. Dengan blok katrol ini gaya yang kita keluarkan untuk memindahkan beban semakin kecil. Makin banyak roda blok katrol, makin kecil gaya yang dibutuhkan untuk pemindahan beban. Blok katrol biasanya dipergunakan pada mesin-mesin penggerak. Dalam keseharian, blok katrol sering dipakai untuk mengangkat benda berat, contohnya peti kemas di pelabuhan.

4. Roda Berporos/roda bergandar


Manusia selalu berusaha memperoleh akomodasi dalam melaksanakan pekerjaan Pesawat Sederhana: Tuas, Bidang Miring, Katrol, Roda Berporos

Roda berporos merupakan roda yang di dihubungkan dengan sebuah poros yang sanggup berputar bersama-sama. Kegunaaan roda berporos yaitu untuk menggeser benda semoga lebih ringan dan memperkecil gaya gesek. Roda berporos merupakan salah satu jenis pesawat sederhana yang banyak ditemukan pada alat-alat ibarat setir mobil, setir kapal, roda sepeda, roda kendaraan bermotor, dan gerinda.

Demikianlah bahan perihal Pesawat Sederhana: Tuas, Bidang Miring, Katrol, Roda Berporos yang sanggup saya bagikan. Semoga bermanfaat.

Pengertian Cahaya, Sifat-Sifat Cahaya Dan Contohnya

Pengertian Cahaya

Cahaya yaitu energi berbentuk gelombang elekromagnetik yang kasat mata dengan panjang gelombang sekitar 380–750 nm. Pada bidang fisika, cahaya yaitu radiasi elektromagnetik, baik dengan panjang gelombang kasat mata maupun yang tidak. Selain itu, cahaya yaitu paket partikel yang disebut foton. Kedua definisi tersebut merupakan sifat yang ditunjukkan cahaya secara bersamaan sehingga disebut "dualisme gelombang-partikel". Paket cahaya yang disebut spektrum kemudian dipersepsikan secara visual oleh indera penglihatan sebagai warna. Bidang studi cahaya dikenal dengan sebutan optika, merupakan area riset yang penting pada fisika modern.( Sumber : Wikipedia )


Cahaya yang mengenai benda akan dipantulkan sehingga kita bisa melihat benda tersebut. Oleh alasannya itu kita memerlukan cahaya untuk sanggup melihat. Benda-benda yang ada di sekitar kita sanggup kita lihat apabila ada cahaya yang mengenai benda tersebut, dan cahaya yang mengenai benda tersebut dipantulkan oleh benda ke mata. Meskipun benda terkena cahaya, kalau pantulannya terhalang maka kita tidak sanggup melihat benda tersebut, contohnya suatu benda yang berada di balik tirai atau tembok. Sebuah benda sanggup dilihat oleh mata kita lantaran adanya cahaya yang dipantulkan dari benda tersebut sehingga hingga ke mata.

Berdasarkan sumbernya, cahaya dibedakan menjadi dua macam, yaitu :
• Cahaya yang berasal dari benda itu sendiri, menyerupai matahari, senter, lilin, dan lampu.
• Cahaya yang memancar dari benda akhir pantulan cahaya pada permukaan benda tersebut dari sumber cahaya. Misalnya, kalau kita melihat benda berwarna biru, artinya benda tersebut memantulkan cahaya berwarna biru.

Berdasarkan sanggup dan tidaknya benda memancarkan cahaya, benda dikelompokkan menjadi 2 yaitu benda sumber cahaya dan benda gelap. Benda sumber cahaya sanggup memancarkan cahaya. Contoh benda sumber cahaya yaitu Matahari, lampu, dan nyala api. Sementara itu, benda gelap tidak sanggup memancarkan cahaya. Contoh benda gelap yaitu batu, kayu, dan kertas.

Sifat-sifat Cahaya

Cahaya mempunyai beberapa sifat yaitu menembus benda bening, sanggup dipantulkan, merambat lurus, sanggup dibiaskan, dan sanggup diuraikan. Untuk lebih jelasnya simak pembahasan sifat-sifat cahaya berikut ini.

1. Cahaya Dapat Menembus Benda Bening 

 Cahaya yaitu energi berbentuk gelombang elekromagnetik yang kasat mata dengan panjang ge Pengertian Cahaya, Sifat-sifat Cahaya dan Contohnya
Benda bening yaitu benda yang sanggup ditembus oleh cahaya. Contoh benda bening antara lain kaca, mika, plastik bening, air jernih, dan botol bening. Berdasarkan kemampuan cahaya dalam menembus benda sanggup dibedakan menjadi 3 yaitu :
• Benda bening atau transparan, yaitu benda-benda yang sanggup ditembus atau dilewati cahaya. Benda bening meneruskan semua cahaya yang mengenainya. Contohnya beling yang bening dan air jernih.
• Benda translusens, yaitu benda-benda yang hanya sanggup meneruskan sebagian cahaya yang diterimanya. Contohnya air keruh, beling dop, dan bohlam susu.
• Opaque atau benda tidak tembus cahaya, yaitu benda gelap yang tidak sanggup ditembus oleh cahaya sama sekali. Opaque hanya memantulkan semua cahaya yang mengenainya. Contohnya buku tebal, kayu, tembok, dan besi.

Sifat cahaya yang sanggup menembus benda bening, memungkinkan cahaya matahari sanggup menembus permukaan air yang jernih, sehingga tanaman yang hidup di dasar air sanggup tetap tumbuh dengan baik. Sifat cahaya yang sanggup menembus benda bening ini sanggup dimanfaatkan orang untuk menciptakan banyak sekali peralatan contohnya kacamata, akuarium, beling mobil, dan termometer.

2. Cahaya Merambat Lurus

 Cahaya yaitu energi berbentuk gelombang elekromagnetik yang kasat mata dengan panjang ge Pengertian Cahaya, Sifat-sifat Cahaya dan Contohnya
Cahaya akan merambat lurus kalau melewati satu medium perantara. Peristiwa ini sanggup dibuktikan dengan nyala lampu senter yang merambat lurus. Cahaya yang merambat lurus juga sanggup kita lihat dari berkas cahaya matahari yang menerobos masuk melalui celah genting maupun ventilasi akan tampak berupa garis-garis lurus. Kedua hal tersebut menandakan bahwa cahaya merambat lurus.

Kegiatan yang sanggup menandakan bahwa cahaya merambat lurus yaitu dengan memakai karton yang diberi lubang menyerupai gambar di atas. Ketika lobang karton disusun lurus kita sanggup melihat cahaya lilin, namun ketika salah satu lobang digeser kita tidak bisa lagi melihat cahaya tersebut. Sifat cahaya yang selalu merambat lurus ini dimanfaatkan insan pada pembuatan lampu senter dan lampu kendaraan bermotor.

3. Cahaya Dapat Dipantulkan

 Cahaya yaitu energi berbentuk gelombang elekromagnetik yang kasat mata dengan panjang ge Pengertian Cahaya, Sifat-sifat Cahaya dan Contohnya
Pemantulan (refleksi) atau pencerminan yaitu proses terpancarnya kembali cahaya dari permukaan benda yang terkena cahaya. Pemantulan cahaya sanggup dibedakan menjadi dua yaitu pemantulan teratur dan pemantulan baur (difus).

Pemantulan teratur yaitu pemantulan yang berkas cahaya pantulnya sejajar. Pemantulan teratur terjadi apabila cahaya mengenai benda yang permukaannya rata dan mengkilap/licin. Salah satu benda yang sanggup memantulkan cahaya yaitu cermin. Cermin merupakan benda yang sanggup memantulkan cahaya paling sempurna. Hal ini disebabkan cermin mempunyai permukaan yang halus dan mengkilap.

Pada benda semacam ini, cahaya dipantulkan dengan arah yang sejajar, sehingga sanggup membentuk bayangan benda dengan sangat baik. Contoh kejadian pemantulan cahaya yaitu ketika kita bercermin. Bayangan badan kita akan terlihat di cermin, lantaran cahaya yang dipantulkan badan kita, ketika mengenai permukaan cermin, dipantulkan, atau dipancarkan kembali hingga masuk ke mata kita.

Sedangkan pemantulan baur terjadi lantaran cahaya mengenai benda yang permukaannya tidak rata. Contoh pemantulan baur yaitu pada tanah yang tidak rata atau pada air yang bergelombang. Adanya pemantulan baur, tempat-tempat yang tidak ikut terkena cahaya secara eksklusif akan ikut menjadi terang. Inilah laba adanya pemantulan baur.



Berdasarkan sifat cahaya ini Snellius mengemukakan aturan pemantulan cahaya yang diuraikan sebagai berikut.
a. sinar datang, sinar pantul dan garis normal terletak pada satu bidang datar.
b. sudut tiba sama dengan sudut pantul.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, cermin merupakan salah satu benda yang sanggup memantulkan cahaya. Berdasarkan bentuk permukaannya, cermin dibedakan menjadi 3 yaitu cermin datar, cermin cembung dan cermin cekung.
a. Cermin Datar
Cermin datar yaitu cermin yang permukaan bidang pantulnya datar dan tidak melengkung. Cermin datar yaitu cermin yang biasa kita gunakan untuk berkaca. Sifat bayangan yang dibuat oleh cermin datar yaitu:
•    Jarak bayangan ke cermin sama dengan jarak benda ke cermin.
•    Bayangan yang terbentuk menyerupai dengan aslinya namun berkebalikan posisi kanan kirinya.Misalnya tangan kiri akan menjadi asisten pada bayangan kita.
•    Bayangan tegak menyerupai bendanya.
•    Bayangan bersifat maya atau semu. Artinya, bayangan sanggup dilihat dalam cermin, tetapi tidak sanggup ditangkap oleh layar.

b. Cermin Cembung (positif)
Cermin cembung yaitu cermin yang permukaan bidang pantulnya melengkung ke arah luar (konveks). Cermin cembung bersifat membuatkan cahaya (divergen). Cermin cembung sanggup kita jumpai pada beling spion kendaraan bermotor dan penggalan belakang sendok logam. Bayangan pada cermin cembung bersifat maya, tegak, dan diperkecil daripada benda sesungguhnya.

c. Cermin Cekung (negatif)
Cermin cekung yaitu cermin yang bidang pantulnya melengkung ke arah dalam (konkaf). Cermin cekung bersifat mengumpulkan cahaya (konvergen). Sifat bayangan benda yang dibuat oleh cermin cekung sangat bergantung pada letak benda terhadap cermin. Jika benda bersahabat dengan cermin cekung, maka bayangan yang terbentuk maya, tegak, dan diperbesar. Jika benda jauh dari cermin cekung, maka bayangan benda yang terbentuk aktual (sejati) dan terbalik. Cermin cekung biasanya dipakai sebagai reflektor pada lampu kendaraan beroda empat dan lampu senter.

4. Cahaya Dapat Dibiaskan

 Cahaya yaitu energi berbentuk gelombang elekromagnetik yang kasat mata dengan panjang ge Pengertian Cahaya, Sifat-sifat Cahaya dan Contohnya
Pembiasan yaitu pembelokan arah rambat cahaya ketika melewati dua medium yang berbeda kerapatannya. Pembiasan cahaya dimanfaatkan insan dalam pembuatan banyak sekali alat optik. Pembiasan cahaya mengakibatkan terjadinya beberapa kejadian dalam kehidupn sehari-hari yang diuraikan sebagai berikut.
a. Dasar air yang jernih kelihatan lebih dangkal dari yang sebenarnya.
b. Pensil atau benda lurus lainnya yang diletakkan pada gelas yang berisi air akan terlihat patah atau bengkok.
c. Peristiwa fatamorgana yang terjadi lantaran berkas cahaya yang berjalan dari udara hirau taacuh ke udara panas terbiaskan ke arah horizontal, sehingga suatu benda tampak muncul di atas posisi yang sebenarnya.
d. Uang logam di dalam air jernih kelihatan lebih bersahabat ke permukaan.
e. Ikan di akuarium kelihatan lebih besar.

Seperti pada pemantulan cahaya, pada pembiasan cahaya juga berlaku hukum pembiasan cahaya yang diuraikan sebagai berikut.
a. Apabila cahaya merambat dari zat yang kurang rapat ke zat yang lebih rapat, cahaya akan dibiaskan mendekati garis normal. Misalnya cahaya merambat dari udara ke air.
b. Apabila cahaya merambat dari zat yang lebih rapat ke zat yang kurang rapat, cahaya akan dibiaskan menjauhi garis normal. Misalnya cahaya merambat dari air ke udara.

5. Cahaya Dapat Diuraikan


Istilah lain dari penguraian cahaya ialah dispersi cahaya. Contoh kejadian dispersi cahaya yang terjadi secara alami yaitu kejadian terbentuknya pelangi. Pelangi biasanya muncul sehabis hujan turun. Pelangi terdiri dari beberapa warna yaitu merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu.

Sebenarnya warna-warna tersebut berasal dari satu warna saja yaitu warna putih dari cahaya matahari. Namun lantaran cahaya matahari tersebut dibiaskan oleh titik air hujan, hasilnya cahaya putih diuraikan menjadi beberapa macam warna, sehingga terjadilah warna-warna indah pelangi. Peristiwa penguraian cahaya putih menjadi banyak sekali warna disebut dispersi cahaya.

Cahaya putih sanggup diuraikan menjadi banyak sekali macam warna sehingga cahaya putih disebut sinar polikromatik. Cahaya putih menyerupai cahaya matahari termasuk jenis cahaya polikromatik. Cahaya polikromatik yaitu cahaya yang tersusun atas beberapa komponen warna. Cahaya putih tersusun atas spektrum-spektrum cahaya yang berwarna merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu.

Sedangkan kejadian perpaduan banyak sekali warna cahaya menjadi warna putih disebut spektrum cahaya. Spektrum warna yang tidak sanggup diuraikan lagi disebut cahaya monokromatik. Contoh lain dari kejadian penguraian cahaya yaitu terjadinya  halo yang mengelilingi bulan atau matahari dan gelembung air sabun yang terkena cahaya matahari tampak mempunyai bermacam-macam warna.

Demikianlah Pengertian Cahaya, Sifat-sifat Cahaya dan Contohnya yang bisa saya bagikan. Semoga bermanfaat.

Kamis, 08 Mei 2014

Cara Gampang Memilih Mean, Modus, Dan Median

Di dingklik SD kelas 6 ada bahan Matematika wacana "Penyajian dan Pengolahan Data". Pada bahan tersebut ada yang harus dipelajari yaitu Rata-rata hitung (Mean), Modus, dan Median. Sebenarnya apa sih Mean, Modus, dan Median itu? Baiklah, eksklusif saja ya kita pelajari satu-persatu.

Mean

Mean yaitu nilai rata-rata dari keseluruhan data yang didapat. Nilai rata-rata diperoleh dengan menjumlahkan seluruh data lalu dibagi dengan banyaknya data.
Cara menghitung rata-rata yaitu :

 Pada bahan tersebut ada yang harus dipelajari yaitu Rata Cara Praktis Menentukan Mean, Modus, dan Median
Contoh :
Di bawah ini yaitu tabel nilai ulangn Matematika siswa kelas 6 pada semester 2

 Pada bahan tersebut ada yang harus dipelajari yaitu Rata Cara Praktis Menentukan Mean, Modus, dan Median

Tentukan nilai rata-rata ulangan Matematika siswa kelas 6 tersebut !

 Pada bahan tersebut ada yang harus dipelajari yaitu Rata Cara Praktis Menentukan Mean, Modus, dan Median
 Pada bahan tersebut ada yang harus dipelajari yaitu Rata Cara Praktis Menentukan Mean, Modus, dan Median
Makara nilai rata-rata (mean) yaitu 7,5

Kalau yang diketahui nilai rata-ratanya dan yang ditanyakan nilai siswa bagaimana dong? Oooh gampang. Silahkan kunjungi link di bawah ini:

Cara Mencari Nilai Tertentu Jika Diketahui Nilai Rata-Rata

Modus

Modus yaitu nilai dari suatu data yang sering muncul atau nilai dengan frekuensi tertinggi atau terbanyak. Contoh :
Nlai ulangan IPA dari 25 siswa kelas VI yaitu :
a. Tentukan nilai rata-ratanya !
b. Tentukan modusnya !
a.
 Pada bahan tersebut ada yang harus dipelajari yaitu Rata Cara Praktis Menentukan Mean, Modus, dan Median
 Pada bahan tersebut ada yang harus dipelajari yaitu Rata Cara Praktis Menentukan Mean, Modus, dan Median
b. Modusnya = 7

Median atau Nilai Tengah

Median yaitu nilai tengah yang diperoleh sehabis data diurutkan mulai dari yang terkecil hingga terbesar dari setiap penyajian data.
Jika jumlah datanya ganjil, maka :

 Pada bahan tersebut ada yang harus dipelajari yaitu Rata Cara Praktis Menentukan Mean, Modus, dan Median

Jika jumlah datanya genap, maka :

 Pada bahan tersebut ada yang harus dipelajari yaitu Rata Cara Praktis Menentukan Mean, Modus, dan Median

Contoh 1 :
Data berat tubuh siswa kelas VI SD Suka Maju sebagai berikut.
32, 34, 34, 33, 34, 33, 32, 35, 34, 32, 33, 34, 34, 32, 33, 34, 32, 33, 33, 34.
Tentukan median dari data di atas !
Jawab :
Data terlebih dahulu diurutkan.
32, 32, 32, 32, 32, 33, 33, 33, 33, (33), (33), 34, 34, 34, 34, 34, 34, 34, 34, 35
Mediannya yaitu :

 Pada bahan tersebut ada yang harus dipelajari yaitu Rata Cara Praktis Menentukan Mean, Modus, dan Median

Contoh 2 :
Data ulangan Bahasa Inggris Linda selama semester 1 yaitu sebagai berikut.
8  7  7  6  9  8  9
Berapa median dari data ulangan tersebut ?
Jawab:
6  7  7  (8) 8  9  9
Mediannya yaitu suku yang berada di tengah yaitu 8.

Setelah mengetahui Cara Praktis Menentukan Mean, Modus, dan Median , sekarang saatnya berlatih Soal Mean, Modus, Median. Ayo kerjakan soalnya semoga kemampuan Matematika kalian semakin memadai :)

Rabu, 07 Mei 2014

Macam-Macam Berdiri Ruang Dan Sifat-Sifatnya

Bangun ruang ialah berdiri Matematika yang mempunyai isi atau volume. Bangun ruang disebut juga berdiri tiga dimensi alasannya ialah mempunyai ruang serta sisi-sisi yang membatasinya. Jumlah serta bentuk dari setiap sisi yang ada menjadi ciri khas tersendiri dari sebuah berdiri ruang.

Dalam Matematika, berdiri ruang terdiri dari beberapa bab yaitu sisi, rusuk dan titik sudut. Sisi merupakan bidang pada berdiri ruang yang membatasi antara berdiri ruang dengan ruangan di sekitarnya. Rusuk merupakan pertemuan dua sisi yang berupa ruas garis pada berdiri ruang. Sedangkan titik sudut ialah titik dari hasil pertemuan rusuk.

Macam macam berdiri ruang mencakup balok, kubus, prisma tegak segitiga, limas segitiga, limas segiempat, limas segi lima, limas segi enam, tabung, kerucut, dan bola. Karena bentuk serta jumlah rusuknya berbeda maka masing-masing berdiri ruang mempunyai karakteristik sendiri yang menjadi ciri-ciri atau sifat dari berdiri ruang tersebut. Berikut akan dijelaskan sifat-sifat berdiri ruang.

Balok

Bangun ruang ialah berdiri Matematika yang mempunyai isi atau volume Macam-macam berdiri Ruang dan Sifat-sifatnya
Sifat-sifat balok
a. Mempunyai 6 buah bidang sisi berbentuk persegi panjang. 3 pasang bidang sisi yang berhadapan kongruen (sebangun).
b. Mempunyai 12 rusuk. 6 pasang rusuk yang berhadapan sama panjang.
c. Mempunyai 8 titik sudut dan seluruh sudutnya siku-siku.
d. Mempunyai 4 diagonal ruang dan 12 diagonal bidang.
e. Jaring-jaring balok berupa 6 buah persegi panjang.
Balok disebut juga prisma tegak segi empat.

Kubus

Bangun ruang ialah berdiri Matematika yang mempunyai isi atau volume Macam-macam berdiri Ruang dan Sifat-sifatnya
Sifat-sifat kubus
a. Mempunyai 6 buah bidang sisi berbentuk bujur sangkar/persegi.
b. Mempunyai 12 rusuk yang sama panjang.
c. Mempunyai 8 titik sudut dan semua sudutnya siku-siku.
d. Memiliki 4 diagonal ruang dan 12 diagonal bidang.
e. Jaring-karing kubus berupa 6 buah persegi yang kongruen.

Prisma Tegak Segitiga


Bangun ruang ialah berdiri Matematika yang mempunyai isi atau volume Macam-macam berdiri Ruang dan Sifat-sifatnya
Sifat-sifat prisma tegak segitiga
a. Memiliki 5 buah bidang sisi, 2 buah sisi berbentuk segitiga dan 3 buah sisi berbentuk segi empat.
b. Mempunyai  9 rusuk.
c. Mempunyai 6 titik sudut.
d. Jaring-jaring prisma segitiga berupa 2 segitiga, dan 3 persegi panjang.

Limas 


Bangun ruang ialah berdiri Matematika yang mempunyai isi atau volume Macam-macam berdiri Ruang dan Sifat-sifatnya
Limas ialah berdiri ruang yang mempunyai bidang bantalan segi banyak dan dari bidang bantalan tersebut dibuat suatu sisi berbentuk segitiga yang akan bertemu pada satu titik.
Karakteristik limas
• Nama limas ditentukan oleh bentuk alasnya.
• Limas beraturan yaitu limas yang alasnya berupa segi beraturan.
• Tinggi limas ialah garis tegak lurus dari puncak limas ke bantalan limas.
Macam-macam bentuk limas :
1. Limas segitiga, yaitu limas yang alasnya berbentuk segitiga.
2. Lima segiempat, yaitu limas yang alasnya berbentuk segi empat.
3. Limas segilima, yaitu limas yang alasnya berbentuk segi lima.
4. Limas segienam, yaitu limas yang alasnya berbentuk segi enam.

Limas Segitiga
Sifat-sifat limas segitiga
1. Mempunyai bantalan berbentuk segitiga.
2. Mempunyai 4 bidang sisi yang seluruhnya berbentuk segitiga yaitu satu buah bantalan dan tiga sisi tegak.
3. Mempunyai 6 buah rusuk.
4. Mempunyai 4 buah titik sudut.

Limas Segi empat
Sifat-sifat limas segi empat
1. Mempunyai bantalan berbentuk segiempat atau persegi.
2. Mempunyai 5 buah bidang sisi.
3. Mempunyai  8 buah rusuk.
4. Mempunyai 5 titik sudut.

Limas Segi lima
Sifat-sifat limas segi lima
1. Mempunyai bantalan berbentuk segi lima.
2. Mempunyai 6 bidang sisi.
3. Mempunyai 10 buah rusuk.
4. Mempunyai 6 buah titik sudut.

Limas Segi enam
Sifat-sifat limas segi enam
1. Mempunyai bantalan berbentuk segi enam
2. Mempunyai 7 bidang sisi.
3. Mempunyai 12 buah rusuk.
4. Mempunyai 7 buah titik sudut.

Tabung

Bangun ruang ialah berdiri Matematika yang mempunyai isi atau volume Macam-macam berdiri Ruang dan Sifat-sifatnya
Sifat-sifat tabung
1. Mempunyai bantalan dan tutup berbentuk lingkaran.
2. Bidang tegak tabung berupa lengkungan yang disebut selimut tabung.
3. Jarak antara bulat bantalan dan bulat tutup disebut tinggi tabung.
4. Jaring-jaring tabung berupa 2 buah bulat dan 1 persegi panjang.

Kerucut

Bangun ruang ialah berdiri Matematika yang mempunyai isi atau volume Macam-macam berdiri Ruang dan Sifat-sifatnya
Sifat-sifat kerucut
1. Mempunyai 2 buah bidang sisi yaitu 1 sisi bantalan berbentuk bulat dan 1 sisi berbentuk lengkung.
2. Tidak mempunyai rusuk namun mempunyai sisi berbentuk lengkung yang disebut selimut kerucut. 
3. Mempunyai 1 titik sudut.
4. Jaring-jaring kerucut terdiri dari bulat dan segi tiga.

Bola

Bangun ruang ialah berdiri Matematika yang mempunyai isi atau volume Macam-macam berdiri Ruang dan Sifat-sifatnya
Sifat-sifat bola
1. Tidak mempunyai sudut dan juga rusuk.
2. Hanya mempunyai satu buah bidang yang disebut dinding bola dan 1 titik pusat.
3. Jarak dinding ke titik sentra bola disebut jari-jari.
4. Jarak dinding ke dinding dan melewati titik sentra disebut diameter.

Demikianlah klarifikasi ihwal Macam-macam berdiri Ruang dan Sifat-sifatnya. Baca juga macam-macam berdiri datar dan sifat-sifatnya. Semoga bermanfaat.